memiliki rasa malu

Posted: Maret 7, 2012 in Uncategorized

Assalamu’alikum Warohmatullahi Wabarokatuh

segala puji bagi Allah S.W.T, yang telah memberikan kita nikmat kesehatan sehingga bisa berfikir,berbuat dan bertindak, mencari jalan keluar atas semua masalah yang ada di sekitar kita, shalawat serta salam tak lupa kita hadiahkan kepada baginda revolusioner “the renaissance man of future” Muhammad S.A.W, yang telah membawa kita menuju jalan keabadian, jalan yang diridhai Allah S.W.T, Tuhan semesta alam beserta isinya Maha pencipta, Maha karya, sang kreator jenius tanpa celah, menciptakan seluruh jagat raya dengan saling berpasangan antara satu dan lainnya.

kali ini penulis akan mengupas tentang rasa malu, rasa malu biasanya timbul jika kita melakukan hal yang kurang positif pada pandangan kita atau pun orang lain, rasa malu itu hadir saat kita kurang percaya diri atas apa yang telah kita lakukan terhadap sesuatu, “jangan malu-malu” tentu sering kita dapatkan kata tersebut dalam suatu keadaan tertentu dalam kehidupan kita, namun bagaimana dengan kondisi dan suasana lain, saat kita berbuat hal tersebut tanpa ada kata “jangan malu-malu” ? memalukan, ya-hal tersebut memang memalukan, meski tidak bagi yang melakukan, tapi bagaimana dengan dia dan mereka yang ada di sekitarnya ?

pada zaman yang semakin meng-global ini, banyak manusia yang mengabaikan rasa malu, bahkan membuangnya jauh-jauh dari kehidupan yang dijalani, rasa malu terbunuh oleh materi, rasa malu kini terkikis oleh duniawi, “jika malu maka kau tak kenyang” begitulah yang terdengar ditelingaku saat itu, janggal rasanya mendengar hal tersebut jika terus diwariskan kepada generasi bangsa, adanya rasa malu maka ada pula kehormatan yang tersembunyi dibaliknya, jika rasa malu terjual habis oleh materi, lalu bagaimana kita posisikan kehormatan,

tentu kita sadari bahwa jika kita memiliki rasa malu maka kita tahu dan percaya bahwa kehormatan bersanding dalam kehidupan kita, orang yang menyia-nyiakan malu sama halnya dengan menyia-nyiakan dirinya sendiri, menyia-nyiakan hidup, tidak sedikit orang yang ingin dihormati baik itu oleh bawahannya atau bahkan dengan yang lebih muda darinya, kehormatan bukan datang dari umur dan jabatan, namun sikap yang bisa membedakan antara kebutuhan dan kepentingan, sikap yang adil dan bijaksana.

dalam shahih Bukahri tertulis,

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن التبي صلي الله عليه وسلم قال الإيمان بضع وستون ضعبة والحياء ضعبة من الإيمان

Riwayat dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi S.A.W beliau bersabda :”Iman mempunyai enam puluh sekian cabang, dan rasa malu itu salah satu cabang iman.”

hadits di atas menerangkan bahwa iman (kepercayaan) itu memiliki enam puluh sekian cabang yang diantaranya adalah malu, jika kita beriman “percaya” kepada Allah S.W.T, maka tentu kita memiliki rasa malu itu, malu berbuat dan bertindak hal yang tidak baik, malu berbuat kesalahan, dalam kisah adam dan hawa, sedikitpun adam tidak pernah tergoda dengan bisikan dan rayuan iblis, meski dijanjikan kehidupan yang indah, hingga pada akhirnya adam luluh tergoda oleh suara hawa yang mana hal tersebut tak lain adalah ajakan dan bisikan iblis untuk memetik buah khuldi, satu pohon yang tidak boleh didekati apalagi dipetik atau bahkan dimakan.

ولا تقرب الزني

“dan janganlah kamu dekati zina”, mendekati saja tidak boleh apalagi melakukan, hal ini sudah jelas bahwa dalam kedekatan diri kita terhadap zina itu terdapat bisikan-bisikan iblis yang menginginkan kita untuk dapat bersamanya di alam kekal kelak, naudzubillahi min dzalik semoga kita semua termasuk golongan yang menerima syafaat dari Allah dan Rasul-Nya. wanita yang yang masih jauh dari jalan Allah padahal kalian tahu jalan Allah itu benar-benar adanya, maka tunggulah harimu, wanita diciptakan sebagai pendamping, tidak pun kalian menggoda lelaki, mereka pasti akan tergoda dan begitulah Allah menciptakan dunia beserta isinya ini saling berpasangan.

wanita yang masih jauh dari rasa malu akan berbuat dan bertindak atas apa yang ada dibenak dan kehendaknya, tidakkah sadar bahwa kehidupan ini hanya jalan menuju keabadian, harus berapa juta lagi manusia mati sia-sia, menangis karena bencana, kita merasa bahwa itu adalah wabah, namun tidak sadarkah kita bahwa hal itu merupakan teguran dari sang khaliq (pencipta alam semesta), malu rasanya berbuat baik, malu rasanya berubah dari yang buruk ke jalan yang baik, dengan dalih “terlanjur” sungguh tidak ada hal yang lebih baik selain mengakui kesalahan dan tidak mengulanginya kembali.

dalam hadits lain disebutkan,

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلي الله عليه وسلم قال المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده و المهاجرون من هجر ما نهي الله عنه

dari Abdullah bin ‘Amru radhiyallahu anhuma, dari Nabi S.A.W, beliau bersabda : ” seorang muslim adlah orang-orang yang selamat (menjaga) dari gangguan lidah dan tangannya, seorang Muhajir adalah orang0orang yang meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah S.W.T.”

dari keterangan hadits di atas maka kita tahu bahwa kita harus menjaga lidah dan tangan kita dari hal-hal yang menyimpang dari syariat, menjaga lisan untuk kehormatan menjaga tangan (organ tubuh) kita untuk kebaikan dalam kehidupan sosial.

semoga bermanfaat dan kita semua menjadi hamba-Nya yang memiliki rasa malu karena malu merupakan cabang dari pada iman.

wallahu a’alam bisshowab, in uridu illal ishlah.

wassalamu’alaikum, wr,wb.

عن ابن عمر رضي الله عنه قال

قال رسول الله صلي الله عليه وسلم بني الإسلام علي خمس شهادة أن لا إله إلا الله و أن محمدا رسول الله و إقام الصلاة وإتاء الزكاة و الحج و صوم رمضان

diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: “Rasulullah S.A.W bersabda : “Islam dibina (dibangun) di atas lima (pilar), yaitu : Syahadat, bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar (memberikan) zakat, berhaji, dan berpuasa (di bulan) Ramadhan.”

 

hadits di atas menerangkan bahwa lima hal tersebut merupakan pilar atau landasan kepercayaan bagi ummat Islam, yang mana tanpa iman dengan iman menjadi lemah dan dengan iman iman kita menjadi kuat, jika kita sudah percaya terhadap apa yang akan kita lakukan maka 70 persen kesuksesan sudah kita miliki, karena kepercayaan merupakan modal utama dalam berbuat dan bertindak.

tentu kita metahui bahwa Rasulullah menanamkan iman tidaklah dalam waktu singkat, iman, aqidah atau kepercayaan beliau bangun dengan susah payah bukan untuk populaitas semata tapi karena memenuhi panggilan Allah S.W.T yang telah menciptakan seluruh alam semesta beserta isinya, dan manusia diciptakan semata hanya untuk beribadah. seperti halnya tertulis dalam firman-Nya.

قال الله تعال في كتابه الكريم

وماخلقت الحن و الإنس إلا ليعبدون

الذريات 56

ِAllah S.W.T berfirman :

dan tidaklah saya ciptakan jin dan manusia melainkan (kecuali) untuk beribadah. (Adzariyat :56)

 

begitu banyak garisan (makna) dari pada kata beribadah disini, namun sudah tentu ibadah disini adalah melakukan perbuatan baik dan halal atas apa yang telah termaktub dalam Al-Qur’an dengan bahasan-bahasan yang ada dalam Ahadits Rasulullah S.A.W.

 

* semoga bermanfaat, kataballah lanannajah.

 

Sifat Nifaq

Posted: Maret 4, 2012 in Uncategorized

Nifaq ialah menampakkan perbuatan yang tidak sesuai dengan isi hatinya. Orang yang melakukan perbuatan nifaq disebut munafiq. Nifaq terbagi menjadi dua, yaitu nifaq besar dan nifaq kecil.

  1. Nifaq Besar
    Nifaq besar yaitu menampakkan keislaman dengan lisannya, tetapi sebenarnya hati dan jiwanya mengingkari. Yang termasuk perbuatan nifaq besar di antaranya:
    • Mendustakan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam (dan ajaran beliau sama sekali), atau mendustakan sebagian dari seluruh ajaran yang beliau sampaikan.
    • Membenci ajaran Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam atau membenci sebagian dari ajaran yang beliau sampaikan.
    • Merasa senang dengan kekalahan Islam dan merasa benci dengan tersebar dan menangnya Islam.

Orang yang melakukan perbuatan nifaq besar ini akan mendapatkan azab yang lebih berat dari orang-orang kafir, karena bahaya mereka lebih besar. Allah berfirman, yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang munafiq itu akan ditempatkan di dasar neraka yang paling bawah.” (QS. An-Nisaa': 145)

Karena itu di awal-awal surat Al-Baqoroh Allah bercerita tentang orang-orang kafir hanya dengan dua ayat, sedangkan tentang orang-orang munafiq dengan tiga belas ayat.

Kita menyaksikan orang-orang sufi, yang notabene adalah orang-orang islam, mereka melaksanakan sholat dan puasa, tapi sungguh mereka sangatlah berbahaya, karena merekan merusak aqidah umat Islam. Mereka membolehkan berdo’a kepada selain Allah padahal itu termasuk syirik besar; mereka mempercayai bahwa Allah berada di mana-mana dan menolak pemahaman bahwa Allah berada di atas ‘Arsy. Semua keyakinan mereka tersebut bertentangan dengan Al-Qur’an dan hadits shahih sebagaimana telah dibicarakan pada bahasan sebelumnya.

  1. Nifaq Kecil
    Seseorang dikatakan melakukan perbuatan nifaq kecil bila dia melakukan sebagian perbuatan yang menjadi ciri dan karakter orang-orang munafiq tulen. Rasulullah shallahllaahu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya:

“Tanda-tanda orang munafiq ada tiga, yaitu: dusta ketika berbicara, suka ingkar janji, khianat ketika diamanahi. (muttafaqun ‘alaih)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya:

“Ada empat hal, jika keempatnya ada pada diri seseorang, maka dia adalah seorang munafiq tulen; namun bila bila dari keempat itu hanya ada satu saja pada seseorang, maka dia hanya dikatakan memiliki sifat nifaq yang mestinya dia tinggalkan. (Keempat hal itu adalah)” dusta ketika berbicara, ingkar janji, khianat ketika mengadakan kkontrak kerjasama, dan culas dalam berdebat. (muttafaqun ‘alaih)

Nifaq kecil tidak menyebabkan pelakunya keluar dari islam, tetapi itu termasuk dosa besar yang harus dijauhi.

At-Tirmidzi berkata, “Makna nifaq pada hadits di atas menurut para ahli hadits adalah nifaq dalam perbuatan saja. Adapun nifaq tulen adalah nifaq yang mendustakan ajaran islam seperti yang terjadi pada zaman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.

__________________
Sumber: alFirqotun Najiyah, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Hello world!

Posted: Maret 4, 2012 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.