Sifat Nifaq

Posted: Maret 4, 2012 in Uncategorized

Nifaq ialah menampakkan perbuatan yang tidak sesuai dengan isi hatinya. Orang yang melakukan perbuatan nifaq disebut munafiq. Nifaq terbagi menjadi dua, yaitu nifaq besar dan nifaq kecil.

  1. Nifaq Besar
    Nifaq besar yaitu menampakkan keislaman dengan lisannya, tetapi sebenarnya hati dan jiwanya mengingkari. Yang termasuk perbuatan nifaq besar di antaranya:
    • Mendustakan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam (dan ajaran beliau sama sekali), atau mendustakan sebagian dari seluruh ajaran yang beliau sampaikan.
    • Membenci ajaran Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam atau membenci sebagian dari ajaran yang beliau sampaikan.
    • Merasa senang dengan kekalahan Islam dan merasa benci dengan tersebar dan menangnya Islam.

Orang yang melakukan perbuatan nifaq besar ini akan mendapatkan azab yang lebih berat dari orang-orang kafir, karena bahaya mereka lebih besar. Allah berfirman, yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang munafiq itu akan ditempatkan di dasar neraka yang paling bawah.” (QS. An-Nisaa’: 145)

Karena itu di awal-awal surat Al-Baqoroh Allah bercerita tentang orang-orang kafir hanya dengan dua ayat, sedangkan tentang orang-orang munafiq dengan tiga belas ayat.

Kita menyaksikan orang-orang sufi, yang notabene adalah orang-orang islam, mereka melaksanakan sholat dan puasa, tapi sungguh mereka sangatlah berbahaya, karena merekan merusak aqidah umat Islam. Mereka membolehkan berdo’a kepada selain Allah padahal itu termasuk syirik besar; mereka mempercayai bahwa Allah berada di mana-mana dan menolak pemahaman bahwa Allah berada di atas ‘Arsy. Semua keyakinan mereka tersebut bertentangan dengan Al-Qur’an dan hadits shahih sebagaimana telah dibicarakan pada bahasan sebelumnya.

  1. Nifaq Kecil
    Seseorang dikatakan melakukan perbuatan nifaq kecil bila dia melakukan sebagian perbuatan yang menjadi ciri dan karakter orang-orang munafiq tulen. Rasulullah shallahllaahu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya:

“Tanda-tanda orang munafiq ada tiga, yaitu: dusta ketika berbicara, suka ingkar janji, khianat ketika diamanahi. (muttafaqun ‘alaih)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya:

“Ada empat hal, jika keempatnya ada pada diri seseorang, maka dia adalah seorang munafiq tulen; namun bila bila dari keempat itu hanya ada satu saja pada seseorang, maka dia hanya dikatakan memiliki sifat nifaq yang mestinya dia tinggalkan. (Keempat hal itu adalah)” dusta ketika berbicara, ingkar janji, khianat ketika mengadakan kkontrak kerjasama, dan culas dalam berdebat. (muttafaqun ‘alaih)

Nifaq kecil tidak menyebabkan pelakunya keluar dari islam, tetapi itu termasuk dosa besar yang harus dijauhi.

At-Tirmidzi berkata, “Makna nifaq pada hadits di atas menurut para ahli hadits adalah nifaq dalam perbuatan saja. Adapun nifaq tulen adalah nifaq yang mendustakan ajaran islam seperti yang terjadi pada zaman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.

__________________
Sumber: alFirqotun Najiyah, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s